Dalam diam

Sulit untuk diomongin,……maka ku ungkapkan saja dalam untaian kata yang menenangkan hati, menyadarkan hati agar itu tak berlarut-larut walaupun mungkin rasa itu akan berulang kembali. Ada kalanya tiap orang merasa sedih akan sesuatu, begitupun dengan aku. Hal wajar jika seseorang meneteskan air mata untuk sesuatu yang menyakiti hatinya. Sudah berusaha agar apa yang ada dihati tidak terpancar keluar, biasa aku sebut kondisi pokerface. Entahlah apa aku berhasil untuk mengelabui orang lain dengan pokerface itu atau tidak. Kadangkala terasa ngak sehat kalau kita selalu memendam kesedihan sendiri tapi untuk membaginya dengan orang lain, sangat sulit untuk dilakukan. Karena aku pikir… Aku takut, jika hal menyakitkan itu jika aku bagi dengan orang lain akan memberi dampak yang menyakitkan juga untuk hatinya, cukup aku saja yang ngerasa seperti itu. Mungkin menurut orang lain aku terlalu naif atau menipu diri…. Tapi diluar semua berbagai pandangan, kesedihan itu masih terasa dan menorehkan luka kenangan yang entah berapa lama akan berbelas dalam lorong hati ini dan air mata ini tak juga mau terhenti.

2 pemikiran pada “Dalam diam

  1. wiiii..mbak rasa semua orang mengalami hal seperti ini…benar banget kadang problem yg kita share ke orang lain selain orang itu akan merasakan yg kita rasa, kita seperti menyebar duka juga seperti HR At-Thabrani berikut : Ada 3 hal yg termasuk pusaka kebajikan yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan shodaqoh. Tapi manusiawi jika kita merasa sedih dan seakan larut sehingga dalam kondisi ini sharing dengan orang lain serasa dibutuhkan, jika opsi ini kita pilih, carilah teman yg benar-benar amanah dan bisa memberikan solusi dan ketenangan.

    Quote dari Aa gym: HHN, hadapi, hayati, nikmati sesulit dan sepahit apapun karena pasti baik bagi orang yang beriman.

    SEMANGAT wiiiiiii

    • Ah jadi malu, blog aku jadi sering dibuka mba indry hehehe apa kabar disana mba? semoga lebih baik dari tempat sebelumnya. Soal share, agak susah mba… soalnya juga terkait dengan beberapa orang terdekat hehe jadi susah. mau share ke keluarga juga takut malah bikin mereka khawatir, secara aku sendirian jauh disini ^^ tapi sekarang udah mendingan kok mba, walaupun perlakuan nyakitin itu masih ada, spertinya hati wie ini sudah bisa beradaptasi (gubrak…bahasaku). Allah memberi cobaan tidak melebihi dari kemampuan kita kan đŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s