Satu pemikiran pada “Tarian

  1. Menjemput sapa yang membawaku, itu dulu. Aku berkata dengan tarian jemariku, merangkai-rangkai huruf agar bisa menyelinap dengan halus pada takmenentunya gerak gerikmu. Jiwa mendekat sudah tiada jarak kini setiap lapisan hati bagaikan suatu galaksi dalam semesta jiwa yang tiada bertepi, darimana nada-nada dengan segenap sentuhannya mengembara, dari sebuah jarak yang milyaran tahun cahaya jauhnya hanya untuk menyapamu. Do’a yang dirapalkan sering menyayat-nyayat sakitnya persis luka yang digarami, sudah lenyap takmenentu namun meninggalkan tanda. Melampaui rasa hingga hilang namun taklupa, nada – nada yang langsung menyentuh jiwamu dengan perasa, mengajakmu bicara. Di suatu waktu bertemu ternyata kamu melihat tapi takmelihatku, kamu mendengar tapi takmendengarku, aku hanya nampak lalu lenyap dalam syarat makna yang tercerai berai dalam duniamu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s