Kyoto

Jinsei no chiisai koto o tanoshimou. 人生の小さいことを楽しもう。 ‘Let’s enjoy the small things in life’” by anomin

IMG_5562

13 Maret 2016, akhirnya kami tiba di Kansai International Airport, Osaka, Japan. Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Jepang ditempuh kurang lebih 6 jam perjalanan 😀 cukup lama. Begitu pesawat sudah mendarat dan berhenti dengan sempurna, para penumpang buru-buru mengenakan jaket masing-masing, yup suhu udara di Jepang saat itu masih sangat dingin, begitu pintu pesawat dibuka udara dingin langsung terasa brrrr (masih syukur ngak kesini pas winter, kebayang berapa banyak bawaan hahaha). Begitu turun, kebanyakan dari kami langsung mencari toilet, saya sendiri menunggu didepan toilet, ternyata teman-teman cukup lama di toilet karena antrian sangat panjang (saya sangat kagum akan sikap disiplin antri orang jepang, salut) membuat saya bisa mengambil beberapa foto di tempat itu, satu hal yang menarik perhatian saya adalah adanya iklan wahana Harry Potter di Universal Studios Japan yang terpampang jelas didepan pintu masuk kereta (secara saya adalah penggemar Harry Potter), oh iya untuk menuju immigrasi kami menggunakan semacam kereta ekspres.

Melewati petugas imigrasi merupakan salah satu tahapan yang harus kita lalui ketika mengunjungi atau kembali dari Negara lain, satu proses yang cukup tidak saya sukai 🙂 karena biasanya petugas imigrasi terkenal kaku dan tidak ramah, namun di Jepang ini, mereka sangat ramah dan menyenangkan… 😀 saya senang. Setelah melewati petugas imigrasi dengan lancar kami kemudian mengambil bagasi dan bergegas ke loket tiket kereta untuk menuju Kyoto. Tempat yang akan kami kunjungi selama mengunjungi Jepang adalah Kyoto dan Osaka, sebenarnya kami juga ingin mengunjungi Tokyo tapi karena keterbatasan waktu, kami putuskan mengunjungi Tokyo dikunjungan berikutnya jika kami kembali ke Jepang 🙂 .Ada hal lucu ketika akan membeli tiket, kami kesulitan untuk membeli tiket, mesin tiketnya bersifat self service jadi butuh waktu untuk mempelajari bagaimana menggunakan mesinnya (mirip di Singapure sih). Pada saat akan masuk pun kami sedikit kesulitan karena takutnya pintu masuk memiliki batas waktu sedangkan kami membawa bagasi 😀 😀 jadinya setelah memasukkan tiket ke mesin penerima tiket, kami melewati pintu dengan sedikit berlari 😀 .Ketika membeli tiket dimesin tiket kami membayar 1880 yen untuk 1 orang, namun setelah diperjalanan dan petugas pengecekan tiket mengecek tiket kami ternyata kami harus membayar lagi sebanyak 970 yen tiap orangnya untuk sampai ke Kyoto, jadi total biaya kereta untuk satu orang adalah 2850 yen. Di Kyoto sendiri  kami menginap di j-hoppers, jarak dari stasiun ke j-hoppers cukup dekat tapi kami sempat nyasar ketika mencari lokasi j-hoppers, untungnya saya mendapati pos polisi disekitar kami, dan berinisiatif untuk bertanya kepada petugas polisi tersebut, sebelum ke Jepang saya membaca beberapa artikel bahwa warga lokalnya jarang menggunakan bahasa Inggris, namun pertama kali berbicara dengan petugas polisi tersebut saya menggunakan bahasa Inggris sambil menunjukkan kertas berisi nama j-hoppers, petugas tersebut memberi isyarat tangan yang saya artikan menunggu. Petugas polisi tersebut kembali dengan membawa seorang teman dan sebuah map, sebagian besar bahasa yang kami gunakan pada saat itu adalah bahasa tubuh/isyarat 😀 tapi informasi yang diberikan cukup jelas untuk kami dan akhirnya j-hoppers bisa kami temukan tidak lama setelah itu, terima kasih pak polisi yang ngak cuman cakep tapi juga baik hati 😀  Setelah check in dan menyimpan barang-barang, kami keluar berkeliling daerah di sekitar hostel untuk mencari makan malam dan kemudian beristirahat. Diluar udara sangat dingin dan gerimis masih betah menemani warga Kyoto menghabiskan sisa waktu malamnya, besok akan ada pengalaman baru, begitu semangat untuk hari esok 🙂  good night good people….  To be continued

wikiiphone (23).JPG

Foto ini saya ambil dalam kereta menuju ke Kyoto

 

Iklan

Transit

Hidup hanya sebentar, maka lakukan yang terbaik, nikmati tiap waktunya dan bersyukur atas segala yang ada by anomim

kl5

Hai, kali ini saya mau bercerita mengenai awal liburan kami, seperti yang saya ceritakan dipostingan sebelumnya, Kuala Lumpur menjadi titik berkumpul kami, rombongan pertama yang sampai adalah saya (dari Makassar) dan 2 teman lagi (Jakarta dan Bandung) yang kebetulan papasan di Jakarta, beberapa menit kemudian teman-teman dari Palembang tiba, karena rombongan terakhir dari Surabaya akan tiba masih cukup lama kami putuskan untuk makan dan check in terlebih dahulu. Di Kuala Lumpur khususnya di Bandara tidak terlalu sulit untuk menemukan makanan halal, dimana hal tersebut merupakan salah satu hal yang harus seorang muslim/muslimah perhatikan ketika berlibur ke Negara yang minoritas Islam (untungnya Kuala Lumpur belum termasuk). Agar lebih mudah, sebelum berangkat kita bisa mencari tahu lebih dahulu lokasi makanan halal yang dekat dengan lokasi liburan yang akan kita datangi atau bertanya mengenai makanan pada penjual/koki tersebut, atau memanfaatkan beberapa aplikasi muslim. Pada saat makan itu, saya baru tersadar bahwa saya lupa membawa sambal….aaaaah tidak, padahal sudah saya persiapkan jauh-jauh hari (ngak penting ya? menurut saya ini adalah hal penting 😀 😀 😀 😀 ), setelah mengisi perut kami lanjutkan perjalanan ke hotel, berhubung hotel berada didalam kawasan bandara, kami hanya berjalan kaki untuk sampai kesana, disini kami menginap di Tune hotel  untuk satu malam saja karena esok harinya kami akan melanjutkan perjalanan.

Sore harinya, akhirnya teman yang dari Surabaya tiba dan kami memutuskan untuk mengunjungi daerah Putrajaya. Dengan menggunakan bis tidak beberapa lama kami sampai  di Putrajaya, tempat khusus yang ingin kami datangi adalah Masjid Putra Jaya. Memasuki kawasan masjid, ada beberapa petugas yang menjaga keamanan dan ketertiban masjid dan pengunjung yang dianggap pakaiannya tidak cukup syar’I disediakan jubah dari pihak masjid. Area Masjid menurut saya tergolong luas, arsitektur bangunannya pun bagus, pemandangan disekitar masjid pun cantik, oh iya pada saat turun dari bus ada banyak aroma makanan yang menggoda dari arah kantin yang letaknya tidak jauh dari Masjid. Setelah beberapa teman beribadah dan mengambil beberapa foto kami melanjutkan perjalanan berkeliling Putrajaya. Tidak jauh dari masjid kami mendapat beberapa kantor pemerintahan yang bagus untuk dijadikan spot foto hehhehe daerah ini merupakan pusat administrasi dari Negeri Malaysia. Haripun mulai beranjak gelap, kami putuskan untuk meninggalkan daerah Putrajaya dan menuju ke Petronas, setibanya disana hari sudah beranjak malam, mungkin karena sudah pernah kesana saya jadi kurang begitu semangat untuk berfoto disana 😀 hanya lebih senang berlagak menjadi photographer untuk teman-teman 😀 😀 dan akhirnya kami kembali ke hotel untuk beristirahat karena besok kami akan melanjutkan perjalanan menuju Jepang 😀 good night …….. To be continued

KL2

wikfa.com

Persiapan

Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? ( Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade )

IMG_1883

Hai, apa kabar? Semoga baik-baiknya saja, seperti biasanya bingung untuk menyusun kata perkata diawal tulisan 😀 kali ini saya ingin bercerita mengenai liburan singkat ke Japan dan Korsel. Seperti liburan-liburan sebelumnya, saya berangkat bersama member grup enjoy life. Awal rencana kami akan berangkat bertiga belas namun satu dan lain hal, akhirnya kami hanya berdelapan. Semakin lama member grup ini semakin bertambah, awal dibentuknya grup ini karena ada beberapa orang yang tidak ingin hanyut dalam kesibukan pekerjaan dan ingin menikmati kegiatan lain yang juga menyenangkan misalnya seperti makan, nonton dan berlibur.

Seperti halnya liburan kami sebelumnya, persiapan kami urus sendiri, mulai dari tiket pesawat, hotel, itinerary perjalanan dan hal-hal kecil lainnya, ide liburan kali ini pertama kali muncul pada akhir tahun 2014, rencana awal kami adalah menghabiskan waktu sekitar 9 hari di Negara Sakura- Jepang namun karena terkendala suatu masalah, kami akhirnya menambah Seoul sebagai tujuan liburan. Yang pertama kali kami siapkan adalah dana, karena sudah sepakat, maka kami membuat satu rekening bersama yang nantinya dana bulanan akan kami setor ke rekening tersebut, hal ini membuat beban dana persiapan tidak begitu terasa berat 😀 untuk masalah ketersediaan waktu juga merupakan kendala terbesar kami, karena kami adalah pekerja, untuk itu kami harus menyisakan cuti dan menyelesaikan pekerjaan yang deadline 🙂 . Selanjutnya adalah mencari tiket, sekarang ini cukup mudah untuk membeli tiket, banyak fitur aplikasi/website tiket, tiketpun kami cari disela-sela waktu luang, dan akhirnya tiket dengan harga yang lumayan murah kami dapatkan 😀 .

Selanjutnya adalah mencari hotel/penginapan, sama halnya dengan tiket, banyak fitur aplikasi/website untuk memesan hotel yang sesuai dengan keinginan kita, karena ingin merasakan sensasi yang berbeda, maka kami tidak berpatokan harus menginap di hotel, kadang di guesthouse atau hostel. Dikarenakan belum jelasnya visa akan di apply atau tidak, untuk menghindari biaya kerugian jika visa tidak disetujui maka kami kebanyakan menggunakan www.booking.com yang bisa dibayar ketika tiba disana dan bisa di cancel dengan batas waktu tertentu.

Selanjutnya adalah mengurus visa, berhubung kami berasal dari kota yang berbeda, maka pengurusan visa dilakukan secara terpisah. Saya sendiri pada saat itu berdomisili di Palembang dan harus mengurus visa di Jakarta, maka untuk menghemat waktu, tenaga dan dana, saya menggunakan bantuan jasa dari travel perjalanan yang ada di Palembang, sehingga saya hanya melengkapi dokumen-dokumen visa tanpa harus bolak balik ke Jakarta dan Alhamdulillah semua visa apply.

IMG_1274

Tiket, hotel/penginapan, visa, dana (dalam beberapa mata uang), itinerary perjalanan , perlengkapan pribadi, ijin cuti dan tentu saja fisik musti dipersiapkan, dan akhirnya hari keberangkatanpun tiba, kami berangkat dari beberapa kota dan bertemu di Kuala Lumpur sebagai center point, saatnya berlibur ^_^ .  To be continued

IMG_1328

Pahawang_Jelajah Nusantara

“Suara, nyanyian, musik, gunung, pantai, langit, padang pasir, laut yang membuat mereka indah sesungguhnya hal yang tidak kelihatan. Matahari juga tak bisa ditatap langsung oleh mata, tetapi yang membuatnya indah bukan hal yang bisa ditatap langsung oleh mata kan? Selalu ada sesuatu. Sesuatu yang misterius tetapi sangat bermakna. Itulah yang harus kau temukan… Keindahan bukanlah yang kau dengar atau lihat. Keindahan adalah yang kau rasakan. Jauh sampai ke dalam hati.” author: Fahd Djibran

_DSC8577

Kali ini saya mau bercerita tentang liburan singkat ke Pahawang, keseruan ini dimulai ketika ada ajakan dari teman yang ingin mengunjungi Pahawang yang tentu saja ajakannya langsung saya iyakan, maklum… waktunya pas dengan adanya hari libur dan belum ada jadwal untuk hari itu.

IMG_0780

Rencana awalnya kami ingin menggunakan kereta api, berangkat jumat malam dan sampai dihari sabtu pagi, namun apa daya kami kehabisan tiket kereta hahaha akhirnya kami menggunakan pesawat terbang. Kami berangkat sabtu sore, dengan waktu tempuh kurang dari satu jam kami mendarat di Bandar Udara Internasional Radin Inten II, Lampung. 

IMG_0781

Begitu sampai hal pertama yang kami lakukan setelah keluar bandara adalah mencari makan malam, hujan dan macet membuat kami cukup lama untuk akhirnya bisa menikmati makan malam 😀  karena tempat opsi pertama tutup akhirnya kami pindah ke opsi kedua, akhirnya kami makan di Nasi Uduk Toha, 6 orang dengan porsi 10 orang 😀 😀 ada yang kelaparan sepertinya. Hari ini ditutup dengan beristirahat dihotel.

Hari kedua, sekitar jam 8 pagi, kami sampai di dermaga, kami sudah siap untuk menikmati keindahan Pahawang, karena kami perginya agak mendadak dengan jumlah orang yang sedikit, hanya 5 orang, akhirnya kami memutuskan menggunakan jasa travel untuk open trip. Ada enaknya juga sesekali menggunakan jasa travel, perlengkapan, transpor dan makanan sudah tersedia 🙂

IMG_0782

 

Kami mengunjungi 3 spot snorkeling, ketiganya memiliki kedalaman yang berbeda, spot pertama yang tidak begitu dalam menjadi tempat kami untuk berfoto dan membiasakan diri (entah sudah berapa lama saya ngak snorkeling, kagok juga jadinya hahaha)

DCIM100GOPROGOPR0222.

DCIM100GOPROGOPR0222.

RIRX6477

Siangnya kami berlabuh di sebuah pulau kecil berpenghuni untuk menikmati makan siang, menikmati santapan sederhana dengan pemandangan laut yang mempesona semakin menambah nikmatnya makan siang kami ( sepertinya penggambaran yang berlebihan ya? hehe ) setelah makan siang kami menyusuri pulau tersebut, pulau tersebut ternyata berpenghuni bahkan sesekali kami berpapasan dengan warga yang mengendarai sepeda motor, kadang juga berpapasan dengan warga yang sedang memikul tumpukan kayu kering, kami disapa dengan sangat ramah, kearifan lokal yang sangat menenangkan.

Setelah makan siang kami ke spot snorkeling ketiga, tingkat kedalamannya pun lebih dalam. Biota lautnya pun lebih beragam, terumbu karang yang ada di spot ini adalah terumbu karang buatan, sehingga besarannya pun cukup seragam. Mungkin karena ombaknya, sayanya cepat merasa lelah (hahaha, alasan ini mah) dan akhirnya memutuskan naik ke perahu lebih awal dan menikmati keramaian orang-orang yang sedang snorkeling dan mengambil beberapa gambar dengan sudut yang berbeda, juga memberi saya waktu untuk menikmati sekeliling, mengamati tingkah polah orang-orang yang snorkeling (saking ramainya kami sering bertabrakan, pada saat itu ada kurang lebih 8 perahu yang sedang berada di spot itu), menikmati hembusan angin sore (sayangnya cemilan kami tertinggal di  mobil, kalau ngak, pastinya saya sedang ngemil saat itu). Terumbu karang buatan ini merupakan salah satu langkah untuk melestarikan lingkungan, kita sebagai wisatawan juga bisa berpartisipasi tentunya, salah satunya jangan membuang sampah kita di sembarang tempat, orang keren itu ngak buang sampah disembarang tempat, bener ngak? 🙂

EDFA0664

Sebelum kami kembali ke dermaga, kami sejenak menikmati keindahan pasir putih seperti gambar diatas. Villa berdermaga tersebut adalah area terlarang bagi wisatawan dikarenakan merupakan properti pribadi, namun tidak membatasi kami untuk mengambil foto berlatar villa cantik tersebut. Perjalanan kembali kami ke dermaga terasa lebih lama dari pada saat berangkat pagi tadi, kami segera beberes sesampainya kami didermaga, menyelesaikan urusan administrasi (maksudnya pembayaran) dengan travel dan kembali ke kota lampung. Teman – teman selain saya tentunya akan menggunakan kereta api menuju ke Palembang sedangkan saya akan menuju Jakarta esok harinya menggunakan pesawat udara, sebelum berpisah tentu saja kami menikmati kelezatan bakso sony yang tersohor. Perut terisi dan kembali ke hotel, saatnya untuk beristirahat. Berharap perjalanan teman-teman menyenangkan (perjalanan terakhir saya menggunakan kereta api dari Lampung – Palembang selama 15 jam cukup melelahkan). Dan terima kasih sudah mau membaca tulisan ini sampai habis….. mari berlibur ke pantai 😉

IMG_2187

Tulisan ini juga diperuntukan untuk mengikuti blog competition #travelingwitherigo dan #blogcompetitionerigo2016 .Selamat menjelajah nusantara teman-teman.

Hari Ketiga

Friendship is the hardest thing in the world to explain. It’s not something you learn in school. But if you haven’t learned the meaning of friendship, you really haven’t learned anything” Muhammad Ali.

wiki edit 7

Dua postingan terakhir berisi tentang kegiatan saya dan beberapa teman di Kota Bangka, tulisan kali ini bercerita tentang hari ketiga, hari terakhir kami di Bangka sebelum kembali ke Palembang. Seperti halnya liburan-liburan lainnya (padahal ini bukan beneran liburan sih 😀 ) ada rasa segan untuk kembali, kembali ke rutinitas, inginnya terus liburan (ini jangan ditiru). Seperti biasa, edisi mengejar flight tentu saja harus bangun lebih pagi, saat sarapan pun tampak wajah-wajah familiar yang masih berusaha menahan kantuk dengan dinginnya pagi. Perjalanan dari Resort ke Bandara ditempuh dalam waktu yang cukup lama, jadi banyak yang memanfaatkan waktu itu untuk tidur kembali 😀 😀 ada satu kejadian dibandara, salah satu teman saya membawa pasir dari pantai, pasir itu dimasukkan kedalam sebotol wadah air mineral ukuran sedang dan ternyata tidak lolos dari petugas keamanan bandara, jika ingin tetap membawa pasir tersebut, teman saya harus memasukkannya kedalam bagasi dan akhirnya pasir tersebut tidak jadi dibawa 😀

oh iya, disini saya mau share beberapa foto kegiatan selama 3 hari itu, semoga tidak membosankan 😀

edit blog 5 (2)edit blog 5edit blog 7edit blog 8 (2)edit blog 8edit blog 9edit blog 10edit blog 11 (2)edit blog 15edit blog full 12

edit blog full 14

Ada yang diguyur

Saatnya kembali ke Palembang…dan selamat berlibur teman-teman 🙂wiki edit 9IMG_8274

DCIM101MEDIA

Dalam Pesawat

DCIM101MEDIA

Wajah-wajah lelah 😀

Outbound

Sebuah tim adalah lebih dari sekedar sekumpulan orang. Ini adalah proses memberi dan menerima, Barbara Glacel & Emile Robert Jr

edit blog 1

Kegiatan di hari kedua dalam rangkaian Employee Gathering adalah outbound. Ini adalah outbound kedua yang saya alami selama tugas di Palembang. Pagi hari itu terasa sedikit sendu, mentari terbit berselimut awan, serasa selimut meluk dengan erat ngak pengen saya beranjak pergi (padahal sayanya yang masih kepengen tidur). Pagi kami awali dengan senam bersama dilanjutkan istirahat dan sarapan. Dikarenakan jadwal pelaksanaan outbound masih sejam lagi, jadinya kami kembali berkeliling area pantai sembari berfoto -foto ria (teteup kalau fotonya 😀 )

edit blog 2

Kegiatan outbound berjalan lancar diawalnya tapi kemudian turun hujan, jadinya selama sisa pelaksanaan outbound kami kehujanan bahkan bolak balik makan siang pun sambil kehujanan 😀 😀

edit blog 3

Hujannya terlihat ngak? ini berasa punya pantai pribadi 😀

Setelah outbound, kami nyebur ke pantai, ngak berani terlalu jauh dari pinggir pantai karena ombaknya cukup besar, menyenangkan tapi agak bikin deg-degan (takut terhempas ombaknya kejauhan) kehujanan dan terlanjur basah, diputuskan sekalian berenang di kolam (agak riweh soalnya sebelum nyebur ke kolam harus bersihin diri dari pasir pantai dulu, kasian petugas kolamnya nanti susah bersihin kolam kalau kebanyakan pasir).

edit blog 4

Hari itu walaupun melelahkan tapi sangat menyenangkan, semoga tahun depan ada outbound lagi 🙂 😀 

Bangka

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah (Rumah Kaca, h. 352)” Pramoedya Ananta Toer.

IMG_8193

Tidak seperti biasanya ketika saya berada di Bandara, biasanya hanya sendiri menikmati segelas minuman sembari menunggu jadwal boarding diumumkan. Kali ini dimana pun saya melihat, pasti akan ada wajah yang tampak familiar, yang biasanya hanya berbicara seperlunya menjadi sangat cerewet. Mungkin kalian bingung mengenai situasi yang saya ceritakan ini. Saya yang biasanya dinas sendiri atau jika sedang beruntung dinas berdua, kali ini akan naik pesawat dengan seluruh teman kantor, bisa kalian bayangkan betapa ramainya kami, hal yang biasa terjadi jika berangkat segerombolan, awalnya terasa aneh tapi akhirnya menjadi terbiasa. Penumpang pesawat pun 95% diisi oleh kami 😀 yup, kami akan melaksanakan Employee Gathering, tepatnya di Pulau Bangka.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, hari pertama diawali dengan perjalanan singkat melalui udara dari kota Palembang menuju kota Bangka (rasanya baru take off ehh udah ada pengumuman mau landing ckckckc). Sesampainya kami di Bangka, kami langsung menuju pusat oleh-oleh Bangka Tradisional Snack (BTS).

Setelah berbelanja oleh-oleh kami mampir ke sebuah pantai (lupa namanya 😀 maapkeunlah) mampir hanya untuk sekedar meluruskan pinggang dan berfoto bersama, karena waktu yang disediakan sedikit, saya belum begitu bisa mengamati pantai ini lebih detail (emang mau buat apa wi?). Perjalanan selanjutnya menuju Bangka Botanical Garden yang menurut artikel yang saya baca, BBG adalah salah satu icon agrowisata favorit di Bangka, yang memiliki perkebunan buah naga dan aneka sayur mayur serta peternakan sapi, namun karena keterbatasan waktu sebagian besar dari kami lebih tertarik dengan keindahan pohon cemara yang ditanam rapi di kiri kanan jalan.

Selesai menikmati indahnya pepohonan, rombongan kami dipisah, ada yang solat jumat dan sisanya menikmati durian Bangka (padahal kemaren saya baru makan duren banyak hehehe)  dan berkumpul kembali untuk menikmati makan siang yang tentu saja dengan menu seafood khas Bangka.

Sebelum kami berangkat ke hotel, kami mengunjungi Pagoda Vihara Puri Tri Agung dan menikmati keindahan pantai Tikus. Penjelasan dari tour guide kami, pantai tersebut disebut dengan nama pantai tikus karena mempunyai banyak sekali jalan setapak atau jalan tikus, dahulunya jalan setapak itu di buat oleh pencari timah gelap untuk jalan membawa timah ke sisi pantai.

 

Pantai selanjutnya (dan terakhir dihari itu) yang kami kunjungi adalah pantai Tanjung Pesona dan dalam 3 hari ini kegiatan kami akan dilaksanakan dalam area Tanjung Pesona Beach Resort & Spa (jadi serasa punya pantai sendiri hehe), dipinggir pantai ini kami menikmati angin dan pemandangan, memanjakan diri dengan pasir dan air pantai yang berombak dan tentu saja tidak lupa untuk mengambil beberapa foto 🙂

IMG_8257

Saatnya beristirahat, terima kasih sudah mampir di blog ini 🙂

IMG_2187

Tulisan ini juga diperuntukan untuk mengikuti blog competition #travelingwitherigo dan #blogcompetitionerigo2016 .Selamat menjelajah nusantara teman-teman.